Minggu, 08 April 2012






Pokok Bahasan


APE PAUD BERSUMBER
LINGKUNGAN SEKITAR















KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL PAUDNI
PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NONFORMAL DAN INFORMAL
(PP-PNFI) REGIONAL I BANDUNG
2011


SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

1.                                                              POKOK BAHASAN : APE PAUD BERSUMBER       LINGKUNGAN SEKITAR.
2.         Pencapaian Kompetensi
Setelah mempelajari bahan ini peserta diharapkan memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mengembangkan APE PAUD bersumber lingku

3.      Indikator
setelah mempelajari bahan ini diharapkan peserta dapat
a.                 Menjelaskan tentang pengertian, Fungsi APE bersumber lingkungan sekitar
b. menjelaskan tentang Sifat isi, Prinsip dan Kriteria APE bersumber lingkungan   sekitar
c.  menjelaskan tentang langkah-langkah pengembangan APE APE bersumber lingkungan   sekitar
d.                 membuat APE PAUD bersumber lingkungan sekitar minimal 1 jenis

4.      Isi Materi
a. Pengertian, fungsi dan tujuan, prinsip, sifat isi, kriteria dan jenis APE
b. langkah-langkah pengembangan APE PAUD bersumber lingkungan  sekitar

5.      Waktu              : 2 jam  @  45 menit

6.      Langkah-langkah Kegiatan.
No
Langkah Kegiatan
Waktu
Media
Evaluasi
1.    
Fasilitator menjelaskan tentang materi  dan waktu pembahasan.
5 menit
Lbr peraga SAP

2.    
Fasilitator memimpin curah pendapat dengan meminta 3-5 orang peserta  untuk mencurahkan pendapatnya tentang :
-    Aspek pengembangan anak.
-    Ciri- ciri pembelajaran berorientasi pada prinsip perkembangan anak .
45 menit
Lmbr bacaan
Tanya jawab
3.    
Fasilitator mencatat pokok- pokok pendapat peserta di papan tulis  /  kertas dinding.

Papantulis/ kertas dinding

4.    
Fasilitator menegaskan pengertian, fungsi, tujuan, prinsip, sifat isi, kriteria dan jenis-jenis APE PAUD
25 menit
Lmbr bacaan

5.    
Fasilitator memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya tentang hal – hal yang belum dipahaminya.
20 menit

Tanya jawab
6.    
Fasilitator menjelaskan tentang langkah-langkah pengembangan APE Bersumber Lingkungan Sekitar
90 menit
Lmbr bacaan
Tanya jawab
7.    
Fasilitator melakukan tanya jawab tentang hal-hal yang belum dipahami oleh peserta
25 menit


8.    
Fasilitator mengajak peserta observasi keluar ruangan untuk mengumpulkan bahan-bahan yang ada disekitar untuk dijadikan APE PAUD
45 menit
Bahan yang ada disekitar lingkungan
Pengamatan dan portopolio
9.    
Fasilitator menugaskan kepada peserta untuk mempraktekan membuat APE PAUD bersumber lingkungan sekitar sesuai dengan langkah-langkah pengembangan APE
45 menit
Lmbr bacaan
Pengamatan dan Portopolio
10.  
Fasilitator meminta peserta untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya
45 menit
Hasil kerja peserta
Tanya jawab
11.  
Fasilitator menegaskan tentang pengembangan APE PAUD
15 menit





BAB I. PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi bagi dasar perkembangan anak. Anak yang mendapat, bimbingan , pembinaan dan rangsangan sejak dini akan meningkatkan kesehatan, perkembangan fisik  dan mental yang akan berdampak pada kesiapan belajar  pada akhirnya anak akan lebih mampu untuk mandiri dan mengoptimalkan potensi yang sudah dimilikinya.
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa anak memiliki karakter yang khas dan unik baik secara fisik maupun mental, oleh karena itu strategi dan metode pengajaran yang diterapkan harus sesuai dengan kehkasan anak yaitu dengan strategi Bermain Sambil Belajar atau belajar seraya bermain. Dimana anak dalam mengikuti proses kegiatan belajar melalui pengalamanya yaitu dari segala yang dilihat, dirasakan,  dan didengar. Oleh karena itu Alat Permainan Edukatif ( APE ) dalam proses pembelajaran anak usia dini memegang peranan yang sangat penting sebagai alat bantu dalam memperjelas materi yang disampaikan. APE untuk anak usia dini tidak harus yang  di beli di toko selain mahal juga akan terbatas baik jenis maupun  jumlahnya dan tidak menutup kemungkinan akan membosankan bagi anak . Maka dari itu dalam Diktat Pelatihan ini mencoba untukmengajak para pendidik anak usia dini untuk berkreatitas dalam mengembangkan APE PAUD bersumber lingkungan

B.   Tujuan
Disusunnya diktat ini untuk dijadikan panduan bagi tenaga pendidik PAUD  untuk dijadikan sebagai bahan bacaan dan panduan Pengembangan APE PAUD bersumber Lingkungan Sekitar .

C.   Sasaran
Sasaran pengguna diktat pelatihan ini adalah :
1.    Pendidik Paud / Tutor Paud sebagai peserta pelatihan.
2.    Penyelenggara/pelaksana program Pelatihan PAUD



D.   Kompetensi
1.   Pencapaian Kompetensi
Setelah mempelajari bahan ini peserta diharapkan memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mengembangkan APE PAUD bersumber lingkungan sekitar.
2.   Indikator
Setelah mempelajari bahan ini diharapkan peserta dapat:
a. menjelaskan tentang sifat isi, prinsip dan kriteria APE
b. menjelaskan tentang langkah-langkah pengembangan APE
c.  membuat, menjelaskan tentang pengertian, fungsi APE
d. APE PAUD bersumber lingkungan sekitar minimal 1 jenis.


BAB II. PENGEMBANGAN APE PAUD BERSUMBER LINGKUNGAN SEKITAR


A. Pengertian
1. Pengembangan adalah kegiatan menyusun, membuat   yang dapat dilakukan  dengan cara mengadaptasi, memodifikasi dari bahan yang sudah ada atau menciptakan yang baru.
2.  Alat Permainan Edukatif (APE) adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana atau alat permainan yang mengandung nilai pendidikan dan dapat mengembangkan seluruh aspek kemampuan anak, baik yang berasal dari lingkungan sekitar ( alam ) maupun yang sudah dibuat (dibeli).
 3. Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk layanan pendidikan bagii anak usia dini yang menitik beratkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik ( motorik kasar dan halus ), kecerdasan ( daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual ), sosio emosional ( sikap  dan perilaku serta agama ) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap – tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
4.  Bersumber Lingkungan Sekitar adalah alat atau bahan APE dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dilingkungan sekitar dimana anak berada/ bermain. Baik yang berupa bahan atau benda yang sudah siap pakai digunakan menjadi APE.

Dari ke empat uraian pengertian tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa Pengembangan APE PAUD Bersumber Lingkungan Sekitar adalah kegiatan menyusun dan membuat alat permainan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar anak yang dapat dipergunakan sebagai sarana atau peralatan bermain yang mengandung nilai pendidikan ( edukatif) yang dapat mengembangkan aspek – aspek perkembangan anak usia dini.
B.   Fungsi dan Tujuan APE
1.   Fungsi APE
Fungsi APE dalam proses belajar anak usia dini adalah sebagai :
a. Penggugah perhatian, minat dan motivasi anak untuk mengikuti kegiatan belajar.
b. Sumber pengetahuan , keterampilan baru yang perlu dipelajarari anak .
c. Medium pengembangan nalar dan kreatifitas anak, seperti ; berfikir, menganalisa, memecahkan masalah sendiri, serta berbuat secara sistematik dan lojik.
2.   Tujuan APE
Tujuan APE dalam proses belajar anak usia dini adalah sebagai alat bantu pendidik dalam :
a. Memperjelas materi yang diberikan pada anak.
b. Memberikan motivasi dan merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dan bereksperimen dalam peletakan dasar kearah pertumbuhan dan mengembangkan bahasa, kecerdasan, fisik, sosial emosional anak.
c.Memberikan kesenangan pada anak dalam bermain (belajar)
C.   Prinsip APE
a. Mengaktifkan alat indra secara kombinasi, sehingga dapat meningkatkan daya serap daya ingat anak didik.
b. Mengandung kesesuaian dengan kebutuhan aspek perkembangan, kemampuan, dan usia anak didik, sehingga tercapai indikator kemampuan yang harus dimiliki anak.
c.  Memiliki kemudahan dalam penggunaanya bagi anak ,sehingga lebih mudah terjadi interaksi dan memperkuat tingkat pemahamannya dan daya ingat anak
d. Membangkitkan minat, sehingga mendorong anak untuk memainkannya
e. Memiliki nilai guna, sehingga besar manfaatnya bagi anak
f.  Memiliki kesangkilan ( efisiensi ), sehingga mudah dan murah dalam pengadaan dan penggunaannya

D.   Sifat Isi APE
a.    Instruktif, mengandung pesan perintah yang harus dikerjakan (penugasan).
b.    Informatif, mengandung pesan hal-hal baru yang harus diketahui anak.
c.    Motivasi, dapat menggugah minat dan perhatian anak.
d.    Rekreatif, memberikan rasa senang, aman, nyaman, gembira dan bahagia bagi anak.

E.    Kriteria APE
Pada umumnya kriteria APE meliputi 3 bidang sebagai berikut :
a.    Kesesuaian ( relevansi ), yaitu sesuai dengan karakteristik anak, rencana kegiatan belajar, indikator kemampuan.
b.    Kemudahan yaitu mudah dibuat, dipergunakan.
c.    Kemenarikan yaitu bentuknya menarik, dan dapat menggugah anak untuk memainkannya.
Kriateria umum diuraikan ke dalam tujuh unsur, yang disebut dengan 7 M yaitu :
a.    Mudah Yaitu mudah membuatnya, mudah memperoleh bahan dan alat, mudah digunakan oleh anak didik.
b.    Murah artinya biaya dengan sedikit mungkin.
c.    Menarik  yaitu merangsang perhatian baik bentuk, warna, bahan sehingga anak tertarik untuk memainkannya.
d.    Mempan yaitu sesuai dengan kebutuhan perkembangan , karakteristik, usia,minat dan kemampuan anak .
e.    Mendorong yaitu dapat menggugah minat anak untuk bersikap atau berbuat yang positif baik untuk dirinya, orang lain maupun lingkungan.,
f.     Mustari sesuai dengan kebutuhan dan minat anak dan sesuai dengan kondisi setempat
g.    Manfaat yaitu bernilai dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
F.    Jenis dan bentuk APE PAUD
a.    Jenis balok  bertujuan untuk merangsang kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah, menggunakan imajinasi, mengembangkan kemampuan logika matematik, intrapersonal, interpersonal, linguistik, dengan bentuk seperti balok unit, balok berongga, balok berwarna, lego, balok susun, balok menara, balok tiang.
b.    Jenis tulisan dengan gambar bertujuan untuk merangsang kemampuan linguisti, visual – spasial, intrapersonal, dengan bentuk : poster,  buku cerita, buku bergambar, foto.
c.    Jenis  obyek  tiruan  untuk mengembangkan semua kemampuan yang sudah dimiliki anak ( 9 kemampuan / kecerdasan anak ) dengan bentuk seperti : patung, maket, boneka, benda – benda tiruan.
d.    Jenis obyek nyata yaitu bahan bahan yang ada di sekitar anak  bertujuan untuk mengembangkan semua kemampuan yang dimiliki anak  ( 9 kemampuan / kecerdasan ) dengan bentuk : sesuai dengan aslinya seperti : binatang, tubuhan, bunga, bijia – bijian, batu, alat rumah tangga, bumbu dapur dsbnya.
e.    Jenis Puzle ( potongan  gambar/ benda ) yaitu kegiatan menyusun kembali potongan – potongan gambar bertujuan untuk merangsang dan mengembangkan kemampuan visual spasial, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, logika matematik dengan bentuk dua dimensi sepaerti ; puzlze binatang,  puzzle buah – buahan, puzzle geometri, puzzle transportasi, dll, puzzle tiga dimensi bentuk potongannya sesuai dengan bentuk asli dari bendanya.
f.     Jenis Ronce yaitu kegiatan memasukan benang ke dalam lubang pola gambar /  benda yang sudah disediakan, bertujuan untuk memperkuat koordinasi mata – tangan dan mengengembangkan visual spasial, logika matematika, kinestetika, dengan bentuk kartu jahit, kalung, gelang, tirai ( jendela, penyekat.).



III. CARA DAN LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN APE

A.   Cara Pengembangan APE Bersumber Lingkungan Sekitar
Paling tidak ada tiga cara dalam  mengembangkan APE PAUD bersumber lingkungan sekitar, yaitu:
1.    Mengadaptasi
Yaitu menggunakan benda-benda/bahan-bahan yang berasal dari lingkungan sekitar langsung dijadikan APE PAUD yang disesuaikan dengan:
a.                                                    Karakteristik anak
b.                                                    Aspek pengembangan anak (kurikulum)
c.                                                    Potensi dan minat anak.
Contoh benda/ alat yang dapat diadaptasi menjadi APE PAUD: air, pasir, tanaman, buah-buahan, daun, bunga, alat-alat rumah/ sekolah, bumbu dapur, biji-bijian, binatang peliharaan, peralatan rumah tangga, sekolah dan sebagainya.


Gambar
2.    Memodifikasi
Yaitu melengkapi bahan/ alat yang sudah ada menjadi bentuk bahan APE yang baru. Yang disesuaikan dengan:
a.                                                    karakteristik anak
b.                                                    aspek-aspek pengembangan
c.                                                    potensi dan minat anak
contoh:
bahan/ alat yang dimodifikasi men



Kurikulum
Kurikulum Anak usia dini merujuk pada acuan pembelajaran PAUD (menu Pembelajaran Generik). Secara umum ruang lingkup materi pendidikan anak usia dini meliputi  dua program besaran  sebagai berikut  :
1.    Program kegiatan Pembentukan prilaku, yang dilakukan dalam kegiatan sehari-hari yang bertujuan untuk merangsang dan menumbuhkan aspek pengembangan sebagai berikut :
a.    Aspek pengembangan Moral dan nilai- nilai agama.
b.    Aspek pengembangan Sosial – Emosional.
2.    Program pengembangan kemampuan dasar yaitu kegiatan inti atau utama bidang akademik untuk mempersiapkan anak dalam mengikuti pendidikan selanjutnya dan merangsang aspek pengembangan  sebagai berikut :
a.    Aspek pengembangan Bahasa.
b.    Aspek pengembangan Kognitif.
c.    Aspek pengembangan Fisik.
d.    Aspek pengembangan Seni.

Pelaksanaan Kurikulum ( Menu pembelajaran ) berdasarkan pada pendekatan – pendekatan pembelajaran sebagai berikut :.
1.     Berorientasi pada kebutuhan anak yaitu memenuhi kebutuhan anak untuk mendapatkan layanan pendidikan, kesehatan dan gizi yang dilaksanakan secara integratif dan holostik.
2.     Belajar melalui bermain, dengan  bermain anak dapat bereksplorasi dan menemukan hal – hal baru yang dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dayapikir, melalui pengalamannya sendiri dengan memanfaatkan benda – benda yang ada disekitarnya.
3.    Kreatif dan inovatif, yaitu dapat menciptakan suasana kegiatan bermain yang dapat menarik, membangkitkan rasa ingin tahu.
4.    Lingkungan yang kondusif, yaitu penataan lingkungan bermain harus menarik dan menyenangkan dengan memperhatikan keamanan, kenyamanan bagi anak.
5.    Menggunakan pembelajaran terpadu/integratif’ yaitu dengan mempergunakan tema yang menarik bagi anak, agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran / bermain menjadi bermakna bagi anak.
6.    Mengembangkan keterampilan hidup melalui pembiasaan – pembiasaan sehingga anak mampu menolong diri sendiri ( mandiri ), disiplin, bersosialisasi dan memperoleh keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidupnya.
7.    Menggunakan berbagai media dan sumber belajar ( APE ) dengan memanfaatkan bahan dari lingkungan alam sekitar atau yang sudah dibuat ( di beli ).
8.    Pembelajaran berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak yaitu:
a.    Anak mau belajar apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi,merasa aman, dan nyaman secara psikologis.
b.    Siklus belajar anak selalu berulang – ulang, mulai dari membangun kesadaran, melakukan penjelajahan ( eksplorasi ), dan memperoleh penemuan yang baru selanjutnya anak dapat mempergunakannya.
c.    Anak belajar melalui ineraksi dengan teman sebaya dan orang dewasa.
d.    Minat dan keingin tahuan anak akan memotivasi belajarnya /Minat dan keingin tahuan anak akan memotivasi belajarnya / bermainnya.
e.    Belajar anak harus memperhatikan karakteristik individual anak.
f.     Anak belajar dari yang sederhana ke rumit, dari yang konkrit ke abstrak,dari gerakan ke verbal, dari ke akuan ke rasa sosial.
9.    Stimulasi terpadu, yaitu dalam satu kegiatan belajar/ bermain dapat mengembangkan beberapa aspek pengembangn sekaligus.

Karakteristik Anak Usia 2 – 6 Tahun ( Pra Sekolah )
Menurut Yelon dan Weinstein (1977), karakteristik perkembangan anak pra sekolah adalah sebagai berikut:
Aspek
Karakteristik
1.    Fisik

1.    Sangat aktif
2.    Dapat mengkoordinasikan mata dan tangan (melempar, menangkap, loncat, melompat, menggambar, dan menulis
3.    Dapat belajar berbagai keterampilan tangan dengan sederhana
2.    Mental
1.    Egosentris, belum memahami pandangan atau perasaan orang lain
2.    Dapat berbicara dalam bentuk kalimat, pembendaharaan kata sudah cukup banyak, mulai tertarik dengan kisah-kisah/ dongeng
3.    Masih kesulitan untuk berpikir abstrak
3.    Sosial/Emosional

1.    Sudah dapat mengikuti peraturan
2.    Sudah dapat bermain dengan teman sebaya walaupun belum mempunyai teman yang tetap
3.    Mulai menunjukkan empati kepada orang lain
4.    Mulai menunjukkan kemandiriannya
5.    Dapat mengekspresikan dan melepaskan semua emosinya
6.    Mulai meniru apa yang dilihat dan didengarnya
4.    Intelektual

1.    Mulai berimajinasi
2.    Senang bongkar pasang (bereksperimen)
3.    Mulai senang berhitung 1 – 10
4.    Mengumpulkan benda-benda dan warna yang disukainya
5.    Bahasa

1.    Serba ingin tahu (banyak bertanya)
2.    Mulai senang bercerita dengan bahasa sederhana
3.    Sudah bisa membandingkan 2 hal
4.    Mengenal identitas dirinya (nama, usia, ...)
5.    Mengetahui nama orang lain

Untuk lebih lengkap mengetahui karakteristik anak 2 – 4 tahun

Aspek Perkembangan
Karakteristik
1.    Motorik


-     Melompat di tempat
-     Berjalan mundur hingga 3 meter, menendang bola dengan mengayunkan kaki
-     Memanjat mebel dan berdiri di atasnya
-     Bangun dari pembaringan tidak berpegangan
-     Berjalan jinjit, berdiri seblah kaki, naik tangga dengan kedua kaki bergantian, mengayuh sepeda
-     Berjalan menyusuri papan
-     Menggunakan bahu dan siku pada saat melempar bola besar
-     Mengendarai sepeda roda tiga
2.    Sosial - Emosional
-     Mulai senang bergaul dengan teman
-     Meniru kegiatan orang dewasa
-     Memperlihatkan rasa cemburu
-     Mulai menunjukkan perasaan berharga
-     Mulai dan mampu menahan tangis dan tawa
-     Menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya
-     Senang menirukan lagu dan dongeng-dongeng
-     Mulai mandiri dalam mengerjakan tugas
3.    Disiplin
-     Berlatih dan selalu tertib dengan peraturan
-     Bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan
-     Mengurus diri sendiri
-     Menjaga kebersihan
-     Mengendalikan emosi
-     Mulai mengerti sopan santun
-     Menjaga keamanan diri
4.    Disiplin
-     Berlatih dan selalu tertib dengan peraturan
-     Bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan
-     Mengurus diri sendiri
-     Menjaga kebersihan
-     Mengendalikan emosi
-     Mulai mengerti sopan santun
-     Menjaga keamanan diri
5.    Intelektual
-     Memecahkan masalah secara sederhana
-     Meniru perbuatan orang lain
-     Mampu melaksanakan dua perintah sekaligus
-     Mengumpulkan atau memasangkan dua benda sejenis
-     Mengenal posisi suatu benda
-     Menunjukkan rasa ingin tahu yang besar dengan banyak bertanya
-     Membedakan beberapa warna dan bentuk
-     Mengenal berbagai bunyi yang dikenal
-     Mengenal arah suara tanpa melihat
-     Mengenal konsep waktu

6.    Bahasa
-     Melaksanakan 2 perintah sekaligus
-     Menggunakan kalimat tanya dan kalimat sangkal ya atau tidak
-     Menyebut nama diri dan jenis kelaminnya
-     Dapat menyatakan hak milik
-     Merangkai 2 kata
-     Mengerti kata-kata yang ditujukan kepada dirinya
-     Menceritakan suatu kejadian secara sederhana
-     Mulai mengerti larangan

Untuk lebih lengkap mengetahui karakteristik anak  4 – 6 tahun

Aspek Perkembangan
Karakteristik
Motorik
-     Sudah memiliki gerakan yang bebas dan aman seperti memanjat, berlari, dan menaiki tangga
-     Memiliki keseimbangan badan, misalnya ketika berjalan di atas papan
-     Merangkak, merayap, dan berjalan dengan berbagai variasi
-     Bergerak sesuai dengan irama
-     Melompat dengan satu kaki
-     Menendang dan memantulkan bola
-     Melempar dan menangkap bola
-     Menirukan gerakan binatang
-     Mengikuti berbagai macam permainan
-     Menirukan gerakan-gerakan tari
-     Melompat dengan 2 kaki
-     Meloncat dari ketinggian 20 – 40 cm

Sosial - Emosional
-     Dapat melepaskan ikatan emosional
-     Menunjukkan penghargaan terhadap guru
-     Tidak terlalu cepat menangis bila ada hal-hal yang diinginkan tidak terpenuhi
-     Tidak menunjukkan sikap yang murung
-     Tidak menunjukkan sifat/sikap marah dalam kondisi yang wajar
-     Tidak suka menentang guru
-     Tidak suka mengganggu teman
-     Tidak suka menyerang teman
-     Senang bermain dengan anak lain
-     Tidak suka menyendiri
-     Telah memiliki kemauan untuk menceritakan sesuatu pada temannya
-     Mampu bermain dan bekerjasama dengan temannya dalam kelompok
-     Menolong dan membela teman
-     Dapat bertindak sopan
-     Dapat menunjukkan sikap ramah
Disiplin
-     Dapat makan dan berpakaian sendiri
-     Dapat mengerjakan tugas ringan sendiri
-     Mencuci tangan sebelum makan
-     Mengetahui perbuatan buruk akan mendapat hukuman
-     Mengkategorikan sesuatu baik atau buruk
Intelektual
-     Membentuk permainan sederhana secara kreatif
-     Menciptakan suatu bentuk dengan menggunakan tanah liat
-     Menggunakan balok-balok menjadi bangunan-bangunan
-     Menyebut dan membilang 1 s.d. 20
-     Mengenal lambang bilangan
-     Menghubungkan konsep dengan lambang bilangan
-     Mengenal konsep sama, lebih banyak, lebih sedikit
-     Mengenal penjumlahan dengan benda-benda
-     Mengenal waktu dengan menggunakan jam
-     Menyusun kepingan-kepingan puzzle sederhana menjadi benda utuh
-     Mengenal alat-alat untuk mengukur
-     Mengenal sebab akibat
-     Mengetahui asal usul terjadinya sesuatu
-     Menunjukkan kejanggalan suatu gambar
Bahasa
-     Dapat berbicara dengan kalimat sederhana yang lebih baik
-     Dapat melaksanakan 3 perintah lisan secara sederhana secara berurut dan mudah dipahami
-     Menyebut nama, jenis kelamin, dan umur
-     Menyebut nama panggilan orang lain
-     Menggunakan kata sambung
-     Mengajukan banyak pertanyaan
-     Menggunakan dan menjawab beberapa kata tanya
-     Membandingkan 2 hal
-     Memahami hubungan timbal balik
-     Mampu menyusun kalimat sederhana
-     Mengenal tulisan sederhana


















IV. PENGEMBANGAN APE PAUD BERSUMBER LINGKUNGAN SEKITAR



A.                 LANGKAH – LANGKAH DAN CARA  PENGEMBANGAN APE PAUD BERSUMBER LINGKUNGAN SEKITAR

1.   Langkah-langkah Pengembangan APE PAUD
Karakteristik APE PAUD harus dipertimbangkan pada waktu menyiapkan bahan bahan APE,. Bahan – bahan APE harus memenuhi syarat sebagai berikut :
a.    Cocok dengan usia dan karaktristik anak.
b.    Dipusatkan pada aspek – aspek pengembangan anak.
c.    Dapat mengembangkan belajar aktif anak.
d.    Dapat memeberikan pengalaman, pengetahuan dan keterampilan baru bagi anak.
e.    Mudah digunakan, dapat merangsang dan menarik bagi anak.
f.     Sesuai dengan potensi dan minat anak.
Dalam mengembangkan APE PAUD langkah-langkah berikut ini sangat diperlukan:
a.    Melakukan Identifikasi ( Need assament ) kebutuhan pengembangan APE PAUD dengan cara;
Ø  Survey lapangan.
Untuk melihat dan memahami potensi dan minat anak berdasarkan usia, karakteristik kehidupan dalam keluarga ( orang tua )  dan potensii lingkungan sekitar ( alam dan budaya ) . Hal ini disebabkan karena:
                              i.    Potensi, minat anak sangat mempengaruhi terhadap proses pengembangan aspek pertumbuhan dan perkembangan anak.
                             ii.    karakteristik orang tua ( keluarga ). terkait dengan aspirasi dan kontribusinya dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan anak
                            iii.    potensi lingkungan sekitar terkait dengan benda-benda alam dan budaya yang dapat dijadikan bahan dan alat APE PAUD.

Ø  Study Referensi.
1)    Kaji dan pahami kurikulum PAUD yang mengacu pada Menu Pembelajaran Generik PAUD yang dikeluarkan Direktorat PAUD, Ditjen Diklusepa, Depdiknas.
2)    Inventarisir bahan  APE yang sudah ada dan telaah apakah sudah sesuai dengan kurikulum.
b.    Analisis data dan infentarsisr prioritas kebutuhan APE.
c.    Menentukan jenis APE yang akan dibuat atau dikembangkan
d.    Membuat rancangan pengembangan dan pengunaan APE.

Contoh :

Rancangan Pengembangan dan Penggunaan APE


Jenis APE  :
Anak Usia :
No
Kemampuan yang ingin dicapai
Tema/sub tema
Cara pembuatan & penggunaan
Waktu dan Tempat




-      




-         




-         




-         




-         




-         

 



-         




-         




-         

e.    Membuat APE.
f.     Uji coba APE.
g.    Revisi
h.    Master APE. ( APE siap pakai ).

2.   Cara Pengembangan APE Bersumber Lingkungan Sekitar
Paling tidak ada tiga cara dalam mengembangkan APE PAUD bersumber lingkungan sekitar, yaitu :
1)    Mengadaptasi, yaitu menggunakan benda-benda di lingkungan sekitar dijadikan APE PAUD yang disesuaikan dengan :
-          Karakteristik anak.
-          Aspek pengembangan anak ( kurikulum ).
-          Potensi dan minat anak.
Contoh benda / alat yang dapat diadaptasi menjadi APE PAUD : air, pasir, tanaman, buah-buahan, daun, bunga, alat-alat rumah/sekolah, bumbu dapur, kacang-kacangan, binatang peliharaan peralatan rumah tanga, sekolah dan sebagainya.
Contoh : APE dari daun-daunan
 APE dari daun-daunan

 APE dari Pasir

 Batu koral dan Kulit Kerang

2)    Memodifikasi, yaitu melengkapi bahan/alat yang sudah ada menjadi bentuk bahan APE yang baru.Yang disesuaikan dengan :
-          Karakteistik anak.
-          Aspek – aspek pengembangan.
-          Potensi dan minat anak. 
 Contoh : Bahan / alat yang dimodifikasi menjadi APE:
Bahan
Proses Modifikasi
Jenis APE
1.    Ampas kelapa

-  diberikan warna
-  di jemur
- mozaik
2.    Beras

-  diberikan warna
-  di jemur
- mozaik
3.    Gelas air mineral
-  dilengkapi dengan benang kasur
- telepon-teleponan
4.    Botol air mineral/ minyak goreng
-  Dilengkapi dengan biji-bijian
-  Dilengkapi dengan busa/foam bekas radio
- alat musik

- mobil-mobilan
5.    Limbah kayu  (potongan kayu)
-  Dilengkapi dengan gambar-gambar (disesuaikan dengan tema)
- puzzle
6.    Dus sabun, odol, obat- obatan,susu dsb
-  Dibungkus dengan kertas polos / warna
-  Dalamnya diisi kain perca.
Unit balok
7.    Sendok es cream
-  Dilengkapi panca indra

- boneka tangan
8.    Piring kertas kue
-  Dilengkapi dengan gambar atau cerita anak dari majalah bekas
-  Lengkapi dengan angka dan stick es cream
- album gambar
- album cerita


- jam

Miniatur Rumah dari dus bekas air mineral

3)    Membuat baru, yaitu merubah bentuk dari yang sudah ada menjadi bentuk APE baru
Contoh : Bahan / alat yang dibuat baru menjadi  APE
Bahan
Proses Modifikasi
Jenis APE
-     Terigu
-     Minyak sayur
-     Garam
-     Pewarna
Dicampur dibuat adonan seperti lempung
Play dough (pengganti plastisin/ malam)
-     Kayu
Dipotong-potong disesuaikan dengan kebutuhan (dijadikan balok, segitiga, dan sebagainya)
Balok berbagai ukuran (permainan pembangunan)
-     Maizena
-     Air
Dicampur dijadikan adonan
Finger printing (cap dan melukis)
-     Aci / tepung tapioka.
-     Air.
-     Pewarna kue
Di campur jadi adonan
Ublek – ublek ( merangsang sensormotor )


Finger Painting ( cat melukis dengan tangan bahan dari Maizena )


Ubleg- ubleg ( tepung Kanji , Air dan Pewarna Kue )

Contoh penggunaan dan pengembangan APE bersumber lingkungan sekitar di atas hanya sebagian kecil contoh yang dibuat, masih banyak APE bermain yang dapat digunakan, dimodifikasi dan dibuat baru oleh tenaga pendidik/gutu/tutor berdasarkan kurikulum (Menu Generik) PAUD, karakteristik, potensi dan minat anak..



DAFTAR PUSTAKA

Acuan Menu Pembelajaran Pada PAUD (Menu Pembelajaran Generik). Dit. PAUD Dirjen PLSP. Depdiknas.

Bahan Pelatihan Pendidik PAUD Terintegrasi Posyandu. Dit. PADU Dirjen PLSP. Surabaya. 2004.

Hibana S Rahman. Dra. M.Pd. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini, PGTKI Press 2002.

Ibrahim Yunus. Membuat Bahan Belajar (Apa, Mengapa, dan Bagaimana). Bandung

Modul Pelatihan Pengelola dan Tenaga Pendidik Kelompok Bermain. Depdiknas. Dirjen PLSP. Dit. PADU 2002.

Petunjuk Penyusunan Bahan Belajar Keaksaraan, BPKB Jayagiri Lembang, 1993 / 1994.

Pengembangan Bahan Belajar Paket A Pekerja Anak, BPKB Jayagiri, 1995.

Panduan Pengembangan APE PAUD Berwsumber Lingkungan Sekitar, BP – PLSP Regional II jayagiri, 2004.

Tehnik Pengembangan Bahan Belajar. Depdikbud. Dirjen Diklusepora. Dit. Diktentis. Tahun 1992/1993.

Undang – Undang Pendidikan RI No 20 tahun 2003, Tentang Pendidikan Nasional, Karina Surabaya, 2004

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar